ABOUT LINKS TAG
about


I'm a little cookie, yes i am and i was made by the cookie man and on my way from the cookie pan. a little piece broke off of me but i can taste just as good, uh-huh as a regular cookie can.


Kutemukan Bahagia Yang Baru (Repost) // Senin, 26 September 2016
09.32
Setelah sekian lama kosong, sekarang saatnya hatiku penuh denganmu.
Dan itu kamu, kamu yang baru beberapa minggu kukenal.

Aku tidak pernah percaya pada cinta pandangan pertama, tapi semua buyar saat pertama kali aku melihatmu.
Ya, kamu yang duduk berselang dua meja disampingku, aku melihatmu dan aku sedikit terpana.

Kukira itu hanya ketertarikan biasa yang sementara, tapi nyatanya tidak.
Semakin hari aku semakin tertarik bahkan tertawa terbahak-bahak saat melihat tingkah konyolmu.

Dan lagi-lagi jiwa stalker-ku muncul, aku mencari akun sosial mediamu dan kutemukan ternyata kau milik orang lain, ku putuskan untuk menyerah.

Entah, sejujurnya perasaanku belum hilang.
Kita sering berkumpul bersama dengan teman-teman yang lain, tetapi kita tidak pernah saling bicara, padahal kau termasuk yang aktif berbicara dengan teman-teman perempuan yang lain, dan aku juga yang aktif berbicara dengan teman-teman laki-laki yang lain, tapi mengapa kita tidak pernah saling bicara?

Lalu suatu ketika dimana kau bercerita bahwa kau baru putus dengan kekasihmu didepan teman-temanmu termasuk ada aku disitu dan aku ikut mendengarkan, aku sedikit lega, tetapi aku tidak yakin karena kau bercerita sambil bercanda.

Setelah itu kau sering memanggil namaku, hanya untuk memanggil tidak dengan keperluan, lalu saat aku pulang kau tersenyum girang dan mendadah-dadahiku, aku berusaha untuk tidak geer, dan itu sangat sulit.

Hari berikutnya, kau pindah tempat duduk ke sampingku, lagi-lagi kau memanggil namaku tapi kali ini kau meminta sesuatu padaku,
"foto bareng yuk berdua" kau memintanya dengan suara yang memohon

YUK!
Harusnya aku bilang begitu, tapi aku malah salah tingkah dan hanya bisa tertawa, sungguh aku sangat bodoh pada saat itu, dan aku menyesal.

Lalu saat aku jenuh dengan ocehan dosen yang entah membicarakan tentang apa, dan aku memilih untuk membenamkan kepalaku dimeja dan mencoba menutup mataku.

Kau yang duduk didepanku, lalu melihatku dengan refleks mengambil kipas yang ada ditanganku
"sini gue kipasin"
Setelah itu kau mengipas-ngipas ke arahku, dan aku tidak tahu harus bagaimana pada saat itu dan memilih untuk tetap menutup mataku.

Dilain harinya saat aku pamit pulang pada yang lainnya dengan bersalaman, dan giliran saat bersalaman denganmu kau tiba-tiba mencium tanganku dua kali,
ah, kenapa kau melakukannya? aku tahu kau hanya bercanda, tetapi aku tidak bisa tidur setelah itu.

Masih banyak lagi cerita-cerita tentang tingkah laku mu yang misterius itu, entah apa hanya aku yang merasakan "kebetulan-kebetulan" ini, entah apa hanya aku yang sadar dengan semua ini, atau entah apa hanya aku yang menganggap hanya pertemuan denganmu lah yang terjadi dibumi ini.

Aku tetap bahagia, dan terimakasih telah membuatku bahagia.

1 September 2015

Label: ,



Sabtu Pagi // Jumat, 16 September 2016
19.59
Kuseduh teh tarik instant kesukaanku untuk kunikmati disabtu pagi yang ramai ini, tidak lupa saya masukkan beberapa butir es kedalam gelas tehku.

Lalu melihat keluar jendela dan memikirkan banyak hal, salah satunya perkataan Ummi yang menagihku untuk membuat tulisan baru diblog.
Ya, diam-diam Ia suka membaca tulisanku.

Dipikir-pikir saya memang sudah jarang menulis apapun diblog ini maupun diblog pertama saya.
Entah, apa karena tidak ada yang menarik untuk kutulis atau memang saya yang malas menulis.

Sesungguhnya ada, seperti beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang tidak suka saya menulis blog.

But, this is my fucking blog, and i don't fucking care whatever you say.
Kalau tidak suka, silahkan tulis blogmu sendiri. Maaf kalau kasar.

Oh ya, dan untuk Ism*y*t* yang sepertinya masih ingin tahu tentang apa yang saya lakukan ataupun yang saya tulis diblog, please stop!

Berhenti untuk membaca lalu menyebarkan ke "pihak" lain, berhenti untuk membuat semua orang salah paham, dan berhenti untuk sok tahu!
Kamu tidak tahu Apa dan Siapa yang saya ceritakan dalam blog ini, jadi sekali lagi tolong berhenti.

Saya sudah beberapa kali mencoba Line kamu, tapi tidak ada respon, maka dari itu saya tulis disini, karena mungkin kamu masih suka membaca blog saya?

Sebenarnya saya ingin menulis namamu lengkap tanpa sensor ah tapi begini saja cukup.

Label:



Who Are You? // Rabu, 11 Mei 2016
11.58
Berawal dari teman saya yang sedang membuka grup Line yang baru saja dibuat oleh guru bahasa inggrisku saat saya SMA, anggota dari grup itu kebanyakan adik kelas dan beberapa ada angkatan saya.

Oh, saya juga sempat bergabung, lalu memutuskan untuk keluar dari grup dengan alasan, grup itu sangat tidak jelas, saya pikir ada sesuatu yang ingin dibicarakan, tetapi ternyata sepertinya guruku membuatnya hanya sekedar iseng.

Lalu teman saya membuka salah satu akun Line milik teman sekelasnya, yang berarti dia adalah adik kelas saya, temanku bilang dia ingin menunjukan sesuatu yang sudah lama ingin dia beritahukan tetapi dia lupa.

Lalu kami meng-scrolling bersama, untuk mencari sesuatu yang ingin dia beritahukan kepada saya, dan akhirnya kami berhenti pada suatu post yang berisi tentang ucapan hari jadi berpacaran yang entah keberapa lama, lalu disana ada beberapa komentar, salah satunya dari kekasihmu..

Begini kira-kira yang kekasihmu tulis.
"Ku harap aku bisa menyusulmu"

Lalu dibalas oleh si pemilik akun.
"Oh ya tentu saja, jangan sampai pacarmu kembali lagi ke tangan Barbie Kampung itu."

Lalu saya terdiam beberapa saat, dan tersenyum miring.
Saya sangat sadar komentar itu ditunjukan kepada saya, dan kenapa saya harus? --maksudku, kenapa saya harus merebutmu kembali?
Ini sungguh konyol, kau tahu?

Dan satu lagi, Who Are you? (Yes, i'm looking at you now) teruntuk pemilik akun yang juga adik kelasku dan temannya temanku.

Bahkan saya tidak mengenalmu, tapi kenapa kamu seakan-akan begitu tahu ceritaku?
Melihat wajahmu pun saya belum pernah.

Bukan maksud apa-apa untuk mem-posting cerita ini, hanya mengeluarkan unek-unek saya sedikit.

Label:



Fellin' Empty - Repost // Rabu, 30 Maret 2016
23.52
Untuk pertama kalinya saya merasa kosong, kosong dalam artian hati saya yang kosong.
Saya ingin coba menulis lagi tentang seseorang, tetapi malah berakhir melamun karena tidak ada siapapun dipikiran saya, oke ini betulan.

Dan entah kenapa saya malah sangat menikmati masa-masa kosong ini.
Memenuhi ruang-ruang kosong ini dengan segala hal yang saya sukai, nonton film bareng teman, nonton drama Korea bareng Ummi, baca novel, baca komik, streaming Youtube, tidur sampai larut, jalan-jalan, stalking, dan sesekali menjadi blog-walking.
Saya sangat bahagia sekarang, baru kali ini saya merasa sangat bebas, tidak memikirkan siapapun.

Hm..

Apa lagi yang harus saya tulis disini? ada banyak yang ingin ku ceritakan, tetapi bingung harus mulai darimana lagi, pikiran saya seolah semrawut seperti benang kusut. Ini menyiksa, sungguh.

Sepertinya saya harus tidur.
 
23 Maret 2016

Label:



Don't Know Why - Repost //
23.46
Pagi ini saya bangun, seperti biasa saya kesiangan lagi akibat nonton drama korea sampai larut, sisa-sisa adegan didrama masih terbayang dibenak saya, masih bertanya-tanya apa yang akan dilakukan psikopat dalam drama itu selanjutnya? Hm

Saya nyalakan gadget, dan membaca beberapa Line dari teman-temanku digrup, salah satu dari mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada dua orang temanku, salah satu yang berulang tahun adalah orang yang beberapa hari ini selalu saya pikirkan hehe
Kupikir saya harus memberi selamat secara personal nanti..

Saya sedang berada dirumah tante yang tinggal di Depok, hari ini saya harus pulang ke Bekasi dan kembali ke Depok hari itu juga untuk sebuah urusan.

Saya turun dari kereta yang tadi saya tumpangi dan berjalan untuk mencari angkutan umum lainnya.
Akhirnya saya sampai dirumah, tetapi tak ku dapati satu pun orang dirumah.
karena terburu-buru saya pun menyelesaikan urusan saya, dan terpaksa saya kembali ke rumah tanteku tanpa bertemu siapapun dirumah.
Huh. sejujurnya saya kangen Ummi, mengingat sudah hampir satu bulan saya menginap di rumah tante.

Saya kembali teringat untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada orang yang akhir-akhir saya pikirkan, sepertinya saya mulai suka padanya..
Ragu-ragu saya pun memberinya selamat, dan ternyata dia membalas chat saya dengan cepat
Dia mengucapkan terimakasih padaku dengan sebuah candaan
Dan akhirnya aku meneruskan obrolan dengannya.

Saat masih sekolah kita lumayan dekat,
saya ingat setiap pagi dia selalu menyapaku dengan candaan "hai jombs".
Saya ingat kalau sinyal wifi disekolah sedang buruk, dia sering menawarkan wifi gratis hanya padaku. Ya, hanya padaku, teman-teman yang lain tidak boleh.
Saya ingat saat praktek biologi yang mengharuskan membawa pasir halus, dia membantuku untuk mencari pasir dan menyaringnya dengan jaring.
Saya ingat saat mengerjakan tugas dan saya bertukar jawaban dengannya.
Saya senang saat dia satu kelompok denganku.
Saya ingat dia selalu ingin tahu isi chat-ku dengan mantanku
Saya ingat dia sering mengajakku bermain game duel.
Dan saya ingat dia mengatakan bahwa saya wangi bayi.

teman-temanku yang menyadari kalau ia punya perasaan kepadaku, Ya saya juga sadar, dan sepertinya kami sama-sama punya perasaan yang sama, tetapi waktu itu saya masih dihantui dengan bayang-bayang mantan kekasih saya dulu, saya lebih memilih mantan saya, dan akhirnya aku berpacaran lagi dengan mantanku, saya merasa dia sedikit menjauh waktu itu.
sampai akhirnya saya putus dengan mantan, lalu kami kembali dekat tetapi tidak sedekat dulu, dan belakangan saya tahu dia sudah berpacaran dengan orang lain.

Ah, karma memang sangat pedih.
Saya memang keterlaluan waktu itu dan saya sangat menyesal.

Saya kembali meneruskan chatting dengannya, dan hey! dia mengajaku jalan, maksudku dia ingin men-traktirku karna dia sedang berulang tahun sekarang
Chat kami diakhiri olehnya yang menyuruhku untuk tidur
Dan saya pun mencoba tidur ditemani dengan pikiran-pikiran yang masih bergelantungan tentangnya lagi.

11 Januari 2016

Label:



Semua Tentangmu Lagi - Repost //
23.38
Disebuah gedung dilantai 2, aku sedang berbincang dengan temanmu. Aku membicarakan banyak hal padanya.

Lalu tiba-tiba kau datang, di ujung gedung ini, kau berusaha memanggil temanmu yang sedang berbicara denganku, kau ingin agar dia menghampirimu tetapi dia menolak.
Aku menatapmu sekilas

"Kenapa dia tidak mau kesini?" Tanyaku kepada temanmu

"Entahlah, mungkin dia malu terhadapmu"
Ya dia tahu semua tentang kau dan aku

"Oke, kalau begitu aku pergi"

Aku pergi meninggalkan temanmu, dan benar saja, kau langsung menghampiri temanmu,  entah kau membicarakan apa dengan temanmu.

Aku pergi ke sudut lain, tiba-tiba ada yang merangkulku, aku menoleh, dan ternyata itu kau.

"Apa yang kau lakukan? Tanyaku

"Aku berubah pikiran, aku ingin bersamamu lagi" kau memeluk ku

Aku menatapmu bingung
"Bagaimana dengan kekasihmu?"

Kau tersenyum, lalu memeluk ku lagi.


Lalu kita menuruni tangga, aku di depan, dan kau dibelakang.
Tepatnya kita masih menuruni tangga, tiba-tiba kekasihmu datang menghampirimu, entah apa yang kau bicarakan padanya, lalu dia menangis dan berlari meninggalkanmu, dia menghampiri teman-temannya dan menangis keras.
Tetapi kau malah merangkulku, teman-teman kekasihmu langsung menatapku, atau lebih tepatnya menatap kita.

Diperjalanan, kita berjalan kaki, banyak yang kita perbincangkan, tetapi aku lupa.
Yang aku ingat, aku bertanya kepadamu

"Apa yang kau bicarakan padanya(kekasihnya)?"

"Aku bilang aku ingin mundur, dan berteman saja"
Aku terdiam mendengar pernyataanmu

"Kau tahu? Aku kagum kau masih sangat mencintaiku" katamu

"Apa?" Aku tersenyum malu

Lalu kita tertawa bersama.


Aku terbangun, lalu tersenyum menyadari bahwa itu hanya mimpi, mimpi yang tidak masuk akal dan tidak akan mungkin terjadi.
kau tahu? Kemarin aku juga memimpikanmu, dan seterusnya hanya bisa memimpikanmu.

23 September 2015

Label:



I'm Still Waiting For You Babe - Repost //
23.34
Hai apa kabar? Aku tahu kau sekarang baik-baik saja sayang, aku tahu.
Kenapa semua berlalu (selalu) begitu cepat?

Kupikir yang kemarin itu adalah karmamu, tapi ternyata aku salah, lagi-lagi itu karmaku, aku tahu sayang.

Why always me?

Kapan giliranmu?

Dan kenapa aku masih bisa memaafkan mu setelah semua yang kau lakukan?

Aku sadar sayang, kemarin aku memberikan harapan kepada seseorang, dan sekarang Allah membalasku lagi melalui mu, persis seperti apa yang kulakukan pada orang itu, kau meninggalkan ku begitu saja.

Tetapi, asal kau tahu saja, Allah maha baik, Ia tidak sedikit pun menyakiti perasaan ku, bahkan untuk dipertemukan denganmu saja tidak, pasti sungguh sakit jika aku bertemu denganmu dalam keadaan kau milik orang lain, dan Ia tidak membiarkan hal itu terjadi :)

Dan pada akhirnya Ia mengirimku teman, dia menyakiti hatiku, aku benar-benar tidak mengerti apa maksudnya, dia datang merusak segalanya. Bahkan ia merusak benteng yang sudah susah payah ku buat. Sedikit lagi sukses untuk move on dan dia dengan mudahnya menghancurkan.

Selamat sayang, kau menang lagi sekarang, tetapi asal kau tahu

Aku masih menunggu giliranmu.

23 Agustus 2015

Label: